30 Aug 2016

Dirgahayu Indonesiaku, Berkibarlah Benderaku, from Southampton, with Love



credit: PPI Southampton
Walaupun agak sedikit terlambat, namun kemeriahan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di Southampton sama sekali tidak berkurang. Dikarenakan cuaca yang kurang mendukung, kami, PPI Southampton tidak memungkinkan untuk merayakan 17 Agustus bertepatan pada tanggal yang seharusnya.

Acara pagi itu sangat meriah. Walaupun peringatan ini sangatlah sederhana, tanpa ada upacara serta petugasnya, bendera merah putih tetap berkibar di sini. Lagu kebangsaan tetap bergema dan semangat kemerdekaan tetap terasa. Persiapan di hari-hari sebelumnya, mulai dari persiapan pembuatan bendera-bendera kecil yang akan dikibarkan oleh masing-masing dari kami, garland untuk hiasan, makanan, persiapan peralatan lomba, dan lain sebagainya merupakan hal yang juga menguatkan rasa persatuan kami. 

credit: PPI Southampton
Pada perayaan tahun ini, para ibu-ibu di Southampton ikut berperan penting dalam permbuatan tumpeng juga kue ulang tahun untuk Indonesia. Selain itu, menu-menu yang disediakan benar-benar mampu mengobati kerinduan kami akan masakan khas tanah air yang memang pantas untuk dirindukan. 
credit: PPI Southampton
Para anggota PPI juga sudah menyiapkan beragam lomba, mulai dari lomba balap karung, tarik tambang, balap kelereng, sepak bola sarung, juga makan donat (karena tidak ada kerupuk yang biasa digunakan seperti di Indonesia, adapun harganya mahal sekaliii, hehe). Anak-anak, para pelajar, juga keluarga Indonesia di Southampton sangat bersemangat dalam mengikuti semua lomba. Karena acara diadakan di taman, ada beberapa warga lokal yang sangat tertarik dan seketika kami undang untuk bergabung. Mereka sangat menikmati makanan Indonesia yang kami sajikan. Tidak hanya tumpeng dan kue, kami juga membuat bakso dan kambing guling. 
credit: PPI Southampton
Walaupun jauh dari keluarga di Indonesia, kami selalu menemukan keluarga dalam setiap kebersamaan dengan warga Indonesia di sini. Home is where your heart is. It's not necessarily your house, because a house might not be a home :) 



30 Jun 2016

Tidak Sulit Puasa 19 Jam di Inggris


Artikel dari Suara Surabaya


suarasurabaya.net - Navila Roslidah mahasiswa asal Kota Surabaya yang sedang menempuh studi strata dua Applied Linguistics for Language Teaching di University of Southampton, Inggris, menceritakan pengalamannya menjalani puasa di negeri tersebut.

Awalnya, Navila mengaku sangat antusias sekaligus khawatir setelah tahu kalau puasa di Southampton berdurasi hampir 19 jam atau lebih (berbeda daerah, berbeda lama puasanya). Bahkan, pada hari pertama puasa, dia harus berpuasa selama 19,5 jam karena pada saat itu dia sedang mengunjungi temannya yang berada di Kota Edinburgh, Skotlandia.

"Awalnya saya berpikir akan kesulitan karena belum terbiasa berpuasa selama itu. Namun setelah dijalani, puasa selama 19,5 jam tidak sesulit yang dibayangkan. Dimanapun kita berada saat ini, Allah pasti memberikan kemudahan bagi umatNya untuk beribadah. Selama ada niat, insya Allah ada jalan dan kemudahan," katanya dalam surat elektroniknya, Rabu (29/6/2016).

Menurutnya, selain karena tidak ada perlakuan khusus bagi orang Islam selama puasa, kegiatan tetap berjalan layaknya hari biasa dan suhu udara di sana membuat mereka tidak merasakan dahaga.

"Allah itu Maha Adil kan, negeri-negeri di mana penduduk muslimnya harus berpuasa selama itu adalah negeri-negeri yang memang mendukung masyarakat muslimnya untuk melaksanakannya. Mungkin puasa di Indonesia lebih berat hehe.. Kebetulan saya tinggal di Surabaya yang suhunya di atas 30 derajat, terkadang hampir 40 derajat," ujar Navila.https://blogger.googleusercontent.com/img/proxy/AVvXsEj7qhlmauUnz64pkwf1FW5w7g0ysFpm7B94qJb3ndJ2DlfwgZHERVRvt9QtsQ2sRieB3Zgd9LCZTPSD0sU6ycC-B5MmYyhVGCofYZKkb4jnSBmqVDsqdC8rvZzER_7XZhIbxD445dMIQaBfG_O-0lBs3db9wLlCYFvpn3aVGFqtGBUBuf5Ar74GfDxc9fyP-c7FzQHLbMQnVUU_bVGFp_b9L20RHSU=Pada Ramadhan kali ini, ada hal-hal baru yang dia temukan di Southampton. Teman-temannya yang sesama muslim yang berusaha menghidupkan suasana Ramadhan. Bersama beberapa teman internasional lainnya, dia sering melakukan iftar bersama di mushola atau masjid terdekat.

Uniknya, di masjid itu, tidak hanya takjil yang disuguhkan, namun juga tersaji makanan berat untuk berbuka puasa. "Karena banyaknya donatur yang antusias menyediakan makanan bagi teman-teman muslim di sini, terkadang kami pulang dengan makanan yang bisa kami nikmati sebagai santap sahur, semoga rejeki mereka barokah!" ujarnya.

Terkadang mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang tinggal di Inggris Raya merindukan masakan berbuka puasa khas Indonesia. Oleh karena itu, untuk mengobati rasa rindu akan makanan dan suasana berbuka puasa ala keluarga Indonesia, mereka sering mengadakan buka bersama di kalangan masyarakat Indonesia. Teman non-muslim lainnya pun turut meramaikan acara bertema rindu kampung halaman tersebut.

"Saya menyempatkan diri untuk pergi ke luar kota, hanya untuk merasakan sahur bersama teman-teman, agar tidak sahur sendirian di dapur hall kampus. Bagaimana rasanya? Menyenangkan pastinya! Jauhnya kami dari tanah air dan keluarga, membuat hubungan kami di sini layaknya keluarga," ujarnya.

Waktu berbuka yang cukup larut, membuat umat muslim di sana juga hingga lewat tengah malam hingga tidak tidur karena sempitnya waktu antara berbuka dan sahur. "Biasanya, sholat tarawih akan berakhir sekitar pukul 00.30 atau 01.00 dini hari, setelah itu dilanjut santap sahur karena sekitar pukul 02.30 adzan subuh sudah berkumandang," kata Navila.

Oleh karena itu, salah satu tantangan berpuasa di sini adalah mengatur jam tidur dan kegiatan lainnya di kampus. "Kebetulan saya masih harus menghadiri kelas yang dimulai pagi hingga sore hari. Selain itu saya harus mulai mengerjakan tesis yang akan dikumpulkan di bulan September nanti. Terkadang rasa lapar tiba-tiba datang karena harus berpikir keras, hehe. Namun di situlah seninya," lanjut dia.

Selain berpuasa, Navila merasa Allah juga memberikan mereka kesempatan untuk berdakwah melalui respon teman-teman internasionalnya yang belum banyak bersentuhan dengan kebiasaan Islam.

"Mereka dengan detail menanyakan bagaimana puasa itu, mengapa kami umat Islam harus berpuasa, hingga pertanyaan tentang berjilbab dan shalat. Saya merasa beruntung karena dengan begini, kami yang jauh dari lingkungan masyarakat muslim dapat turut menyampaikan bagaimana Islam yang sebenarnya terlepas dari berbagai isu yang beredar di dunia luar," katanya.(iss/ipg)



28 May 2016

Memrise: Free Language Learning Application and Website

Sekarang memang sudah sangat banyak aplikasi dan website yang bisa membantu kita untuk mempelajari bahasa asing. Salah satunya adalah Memrise.
Memrise adalah sebuah website yang menyediakan beragam pelajaran yang fokus pada kosa kata atau vocabulary dalam bahasa asing. Kosa kata yang ditawarkan pun beragam. Kita bisa memilih sesuai dengan kebutuhan kita. Misalnya saja kita ingin belajar kosa kata yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari, atau ada level khusus yg ingin kita capai seperti C1 atau C2 dalam bahasa Inggris untuk level advance. Memrise juga tidak terbatas untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa belajar bahasa Jepang, Itali, Rusia, dan bahasa asing lainnya.
Tampilan Courses yang Ditawarkan Memrise













Disamping website, Memrise juga menawarkan aplikasi yang kompatibel dengan smartphone kamu. Dengan menggunakan aplikasi ini, kamu bisa mengatur berapa banyak kata yang ingin kamu pelajari dalam sehari, atau berapa lama kamu ingin belajar dalam sehari. Disamping itu, setiap harinya, kamu akan diminta untuk me-review kosa kata yang sudah kamu pelajari agar kamu benar-benar menguasainya. Dalam review ini, jika kalian melakukan kesalahan, Memrise akan segera mengingatkan kamu kembali akan kosa kata yang sudah kamu pelajari. Fitur lainnya yang cukup membantu adalah pronunciation. Memrise akan melafalkan kata yang kita pelajari, sehingga kita dapat belajar kosa kata dan bagaimana cara melafalkannya. Memrise merupakan aplikasi yang berbasis di Inggris, sehingga pronunciation yang digunakan berkiblat pada British English. Yang terpenting dan paling menyenangkan adalah aplikasi ini free :) Namun, jika kamu ingin mendapatkan fitur lengkapnya, kamu dapat melakukan pembayaran untuk mendapatkan akun Pro.
Simply go to www.memrise.com or download the app :)
Selamat belajar :)

7 May 2016

7 Situs Penyedia E-book GRATIS dan LEGAL



Berikut adalah 7 situs yang menyediakan beragam jenis e-book, mulai fiksi hingga akademis. Dan yang terpenting dari ketujuh situs ini adalah, semua e-book yang disediakan dapat kita dapatkan secara gratis namun tetap legal :) 

Project Gutenberg (http://www.gutenberg.org/)
Project Gutenberg adalah salah satu situs penyedia e-book gratis yang bisa didownload maupun dibaca online. Pada tahun 1971, Project Gutenberg memulai usahanya untuk menyediakan buku elektronik gratis untuk setiap orang. Situs ini berusaha untuk 'mendigitalisasikan' buku teks dengan bantuan para relawan yang juga memiliki tujuan yang sama. Situs ini juga tidak memungut biaya apapun, namun jika kita ingin memberikan donasi untuk memperkaya koleksi buku yang akan dibuat versi digitalnya. Tidak terbatas pada format text, Project Gutenberg juga berusaha untuk menyediakan buku dalam format lainnya seperti PDF, HTML, audiobook, hingga buku dalam CD dan DVD. Jika kita tertarik untuk menjadi salah satu relawan di situs ini, kita dapat membantu dengan berbagai cara, mulai dari menjadi proofreader, membantu proses burning CD untuk mereka yang tidak memiliki koneksi internet, dan lain sebagainya. 

Open Library (http://openlibrary.org/)
Sama seperti situs sebelumnya, Open Library juga menyediakan e-book gratis. Layaknya 'library' (perpustakaan), situs ini menyediakan fitur baca dan juga pinjam. Open Library juga bekerja sama dengan beberapa perpustakaan dunia untuk melengkapi koleksinya. Menariknya, kita juga dapat berkontribusi di situs ini dengan mendaftarkan perpustakaan kita. Selain itu, kesempatan untuk memberikan kontribusi berupa perbaikan kesalahan penulisan, penambahan koleksi buku dan penulisan widget juga dapat kita lakukan. Situs ini cenderung menyediakan literatur klasik yang merupakan sebagian besar koleksinya. 

Oapen Library (http://www.oapen.org/home
Oapen Library menyediakan e-book akademis yang sebagian besar berada di area ilmu sosial dan humanities. Walaupun sebagian besar koleksinya merupakan literatur ilmu sosial, Oapen Library juga menyediakan e-book di bidang lainnya seperti ekonomi, geografi, hukum, dan bidang keilmuan lainnya. 

Dari Judulnya, kita pasti beranggapan bahwa situs ini adalah situs yang disediakan oleh pemerintah, lembaga, atau badan lainnya di Aceh. Namun, faktanya, situs ini merupakan salah satu project University of Leiden untuk menyelamatkan literatur Aceh. Jadi, situs ini berisi buku-buku tentang Aceh yang ditulis dalam beberapa bahasa seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Aceh, Bahasa Inggris, Bahasa Belanda, dan juga dalam beberapa bahasa di negara Eropa lainnya. 

Situs ini menyediakan literatur Inggris klasik yang sebagian besar adalah cerita fiksi. Situs ini sangat cocok bagi para penggemar Mark Twain, Charles Dickens, Emily Bronte, Jack London dan beberapa penulis lainnya. Selain fiksi, situs ini juga menyediakan karya ilmiah klasik. 

Feedbooks merupakan salah satu situs yang cukup kaya akan literatur, baik itu fiksi maupun non fiksi. Situs ini menyediakan beragam tulisan bergenre cerita pendek, humor, sejarah, hingga travel. Semua buku sudah dikategorikan sehingga memudahkan pengunjungnya untuk memilih buku yang diinginkan. 

Situs ini berhubungan dengan situs Open Library dalam pengelolaannya. Situs ini juga menyediakan beragam literatur dengan cakupan bidang yang cukup luas. Di situs ini juga terdapat buku yang berhubungan dengan pembelajaran bahasa seperti Bahasa Inggris, Bahasa Perancis, Bahasa Jerman, Bahasa Arab, dan bahasa lainnya. 

Semoga bermanfaat :) 

1 May 2016

Ini tentang Traveling

Traveling memiliki makna melakukan perjalanan. Bisa jadi hal ini dilakukan untuk melepaskan segala tekanan yang didapatkan dari rutinitas dan tuntutan profesi. Selain itu, kita dapat melihat sesuatu yang baru. Entah itu budaya, bahasa, bangunan, pemandangan alam, bahkan makanan. Namun, apakah esensi travelling berhenti di situ? Sejatinya, manusia memang membutuhkan waktu khusus untuk me-recharge energi (physically and mentally), namun bukan melulu tentang itu. 

Saya ingin berbicara sedikit (agak banyak mungkin) tentang travelling. Awalnya, tujuan saya melakukan travelling memang sesederhana ingin menemukan hal baru, ingin melihat dunia luar, ingin melepaskan stress yang mungkin saya rasakan ketika itu. Namun, seiring dengan perjalanan yang telah saya lalui dan hal baru yang saya temui, saya pun sadar bahwa esensi travelling tidaklah sesederhana tujuan awal saya. 

Ya! Saya menemukan kebesaran Allah di setiap tempat yang saya kunjungi. Saya menemukan kebesaran Allah di setiap kejadian yang saya alami. Saya pun menyadari betapa manusia itu begitu kecil dan lemah di hadapan segala ciptaanNya. Gunung, samudera, hamparan gurun pasir, padang rumput yang hijau, hingga semburat cahaya senja di langitNya terasa sangat mengintimidasi dan di saat yang bersamaan membanjiri hati dengan rasa syukur. Ya, saya bersyukur karena diberi kesempatan untuk melihat belahan bumi yang mungkin belum pernah dilihat oleh sebagian besar orang terdekat saya. 

Ketika itu, saya pun teringat sebuah kutipan dari sahabat Rasulullah SWT, Ali bin Abi Thalib yang berbunyi, "Aku sudah banyak merasakan kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit adalah berharap pada manusia."
Kemudian terbesit beberapa pertanyaan, masihkah kita menggantungkan harapan pada manusia yang lemah ketika kita memiliki Allah yang Maha Kaya dan Maha Memberi sesuatu yang bahkan tak pernah kita pinta? Masihkah kita berharap pada manusia yang selalu lalai dan ingkar ketika kita memiliki Allah yang Maha Segalanya yang bahkan memberi kita kehidupan? Saat ini, cobalah pejamkan mata dan merenung, tak ada sesuatu Dzat di dunia ini yang memiliki kapasitas sebagai tempat bergantung, tempat berharap dan tempat bersandar selain Allah SWT.

Semoga perjalanan yang kita lakukan akan selalu mengingatkan kita akan kebesaranNya. :) 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons