1 May 2016

Ini tentang Traveling

Traveling memiliki makna melakukan perjalanan. Bisa jadi hal ini dilakukan untuk melepaskan segala tekanan yang didapatkan dari rutinitas dan tuntutan profesi. Selain itu, kita dapat melihat sesuatu yang baru. Entah itu budaya, bahasa, bangunan, pemandangan alam, bahkan makanan. Namun, apakah esensi travelling berhenti di situ? Sejatinya, manusia memang membutuhkan waktu khusus untuk me-recharge energi (physically and mentally), namun bukan melulu tentang itu. 

Saya ingin berbicara sedikit (agak banyak mungkin) tentang travelling. Awalnya, tujuan saya melakukan travelling memang sesederhana ingin menemukan hal baru, ingin melihat dunia luar, ingin melepaskan stress yang mungkin saya rasakan ketika itu. Namun, seiring dengan perjalanan yang telah saya lalui dan hal baru yang saya temui, saya pun sadar bahwa esensi travelling tidaklah sesederhana tujuan awal saya. 

Ya! Saya menemukan kebesaran Allah di setiap tempat yang saya kunjungi. Saya menemukan kebesaran Allah di setiap kejadian yang saya alami. Saya pun menyadari betapa manusia itu begitu kecil dan lemah di hadapan segala ciptaanNya. Gunung, samudera, hamparan gurun pasir, padang rumput yang hijau, hingga semburat cahaya senja di langitNya terasa sangat mengintimidasi dan di saat yang bersamaan membanjiri hati dengan rasa syukur. Ya, saya bersyukur karena diberi kesempatan untuk melihat belahan bumi yang mungkin belum pernah dilihat oleh sebagian besar orang terdekat saya. 

Ketika itu, saya pun teringat sebuah kutipan dari sahabat Rasulullah SWT, Ali bin Abi Thalib yang berbunyi, "Aku sudah banyak merasakan kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit adalah berharap pada manusia."
Kemudian terbesit beberapa pertanyaan, masihkah kita menggantungkan harapan pada manusia yang lemah ketika kita memiliki Allah yang Maha Kaya dan Maha Memberi sesuatu yang bahkan tak pernah kita pinta? Masihkah kita berharap pada manusia yang selalu lalai dan ingkar ketika kita memiliki Allah yang Maha Segalanya yang bahkan memberi kita kehidupan? Saat ini, cobalah pejamkan mata dan merenung, tak ada sesuatu Dzat di dunia ini yang memiliki kapasitas sebagai tempat bergantung, tempat berharap dan tempat bersandar selain Allah SWT.

Semoga perjalanan yang kita lakukan akan selalu mengingatkan kita akan kebesaranNya. :) 

1 comments :

Unknown said...

Sorry for reading too much, 😢😭

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons